MAKALAH
MIKROBIOLOGI PANGAN
PERAN
MIKROORGANISME DALAM FERMENTASI PANGAN BAHAN DASAR SUSU
(YAKULT)
DISUSUN OLEH:
JUNIARTI
PO7131116023
PRODI D-IV GIZI
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM
JURUSAN GIZI 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Allah SWT, yang atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul PERAN MIKROORGANISME dalam FERMENTASI PANGAN (BAHAN DASAR SUSU)
Penyusunan makalah merupakan salah satu tugas
dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah MIKROBIOLOGI PANGAN.
Dalam penulisan makalah ini saya
menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan makalah ini,
Akhirnya saya berharap semoga Allah
memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka yang telah memberikan bantuan,
dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Rabbal
‘Alamin.
Mataram,17
September 2017
------------------------------
DAFTAR ISI
COVER............................................................................................. i
KATA PENGANTAR....................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Pendahuluan Latar belakang ( sejarah Yakult)......................................... 4
1.2
Rumusan Masalah Rumusan masalah................................................................ 5
1.3
Tujuan penulisan Tujuan penulisan.................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN / ISI
Pengertian Yakult.................................................................. 6
Proses pembuatan Yakult.................................................... 6
Proses Fermentasi pada Yakult.......................................... 7
Bakteri
yang berperan dalam proses fermentasi Yakult...................... 8
Manfaat
Yakult....................................................................... 9
BAB III PENUTUP
Saran...................................................................................................
Kesimpulan.........................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
a.
Sejarah Yakult
Yakult (Yakuruto)
adalah minuman probiotik mirip yogurt yang dibuat dari
fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteriLactobacillus
casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem
pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan.
Minuman yang mengandung bakteri yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan
bakteri jahat. Namanya berasal dari jahurto,
bahasa Esperanto untuk "yoghurt".
Yakult
ditemukan oleh doktor Minoru Shirota pada 1930. Pada1935, ia
mendirikan Yakult Honsha Co., Ltd. (Kabushiki-gaisha Yakuruto
Honsh) untuk memasarkan minuman ini. Sejak saat itu, Yakult telah
memperkenalkan berbagai minuman yang mengandung bakteri Bifidobacterium breve,
dan telah menggunakan lactobacilli untuk mengembangkan kosmetika. Yakult Honsha
juga memainkan peran penting dalam penelitian
obat kemotrapi irinotecan.
Yakult juga
memiliki salah satu tim bisbol terbesar di Jepang,Tokyo Yakult
Swallows. Saat ini, Yakult diproduksi dan dijual
diJepang, Asia, Australia, Amerika Latin, dan Eropa,
walaupun bakterinya masih diimpor dari Jepang.
A.
Rumusan Masalah
1. Apakah
yang di maksud dengan Yakult?
2. Bagaimana
proses pembuatan yakult?
3. Bagaimana
proses fermentasi pada yakult?
4. Bakteri
apa yang berperan selama proses fermentasi pada Yakult?
5. Apa saja
manfaat dari Yakult?
6. Apa
perubahan yang terjadi terhadap zat gizi selama proses fermentasi?
B..
Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui pengertian dari yakult
- Untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan yakult
- Untuk mengetahui bagaimana proses fermentasi pada yakult
- Untuk mengetahui bakteri apa yang berperan selama proses fermentasi yakult
- Untuk mengetahui manfaat dari yakult
- untuk mengetahui perubahan yang terjadi terhadap zat gizi selama proses fermentasi
BAB II
PEMBAHASAN / ISI
A.
PENGERTIAN YAKULT
Yakult adalah minuman susu
fermentasi, yang dibuat dengan cara memfermentasi susu bubuk skim yang
mengandung bakteri asam laktat hidup Lactobacillus casei Shirota strain. Di
dalam setiap botol Yakult terdapat lebih dari 6,5 milyar bakteri L. Casei
Shirota Strein yang mampu melewati asam lambung dan cairan empedu sehingga
dapat berperan secara maksimal di dalam usus. Pada tahun 1930, almarhum Dr.
Minoru Shirota, pendiri perusahaan Yakult, telah berhasil mengkulturkan
berbagai jenis bakteri asam laktat dan memilih satu jenis bakteri yang bersifat
paling tahan terhadap cairan pencernaan.
Di samping itu, Dr. Minoru Shirota
juga memperkuatnya sehingga menjadi strain baru yang unggul. Karena itu,
berbeda dengan bakteri lain, bakteri ini dapat menaklukkan berbagai hambatan
fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu sehingga dapat mencapai dan
bertahan hidup dalam usus manusia.
Dari dalam usus bakteri ini membantu
meningkatkan kesehatan kita dengan cara mengaktifkan sel-sel kekebalan,
meningkatkan jumlah bakteri berguna, dan mengurangi jumlah bakteri yang
merugikan.
Menurut Margawani (1995),
Lactobacilllus casei adalah galur unggul yang mudah dan cocok untuk
dikembangbiakkan dalam minuman dasar susu. Selain bakteri ini mampu bertahan
dari pengaruh asam lambung, juga mampu bertahan dalam cairan empedu sehingga
mampu bertahan hidup hingga usus halus.
B. PEMBUATAN YAKULT
Yakult dibuat dengan
cara memfermentasi campuran susu bubuk skim dan glukosa menggunakan
bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, bakteri unggul
hasil seleksi dan temuan Dr. Minoru Shirota yang diteruskan sampai saat ini
oleh Yakult Central Institute for Microbiological Research.
Yakult dibuat dari bahan-bahan:
- bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup
- susu bubuk skim
- sukrosa dan glukosa.
- perisa
- air
Yakult tidak
memakai bahan pengawet. Yakult dapat bertahan sejak pembuatannya sampai dengan
tanggal kadaluwarsanya karena:
Ø asam laktat
yang dihasilkan secara alami selama proses fermentasi dapat memperpanjang umur
simpannya.
Ø pembuatannya
secara hygienis
Ø penyimpanannya
pada suhu dibawah 10°C
tahap-tahap pembuatan yakult beserta peralatannya:
Ø Bahan
- Susu skim atau Susu UHT (1000 ml)
- Produk “yakult” (100 ml).
- Larutan gula pasir 100 ml
Ø Alat
- Panci pemanas.
- Kompor.
- Termometer.
- Pengaduk.
- Botol kaca.
Ø PROSES PEMBUATAN
- Rebus susu skim atau susu UHT sebanyak 1 liter sampai mendidih selama 60 detik.
- Siapkan botol kaca, bersihkan dengan air dingin kemudian tutuplah ujung botol. Agar botol tersebut steril, maka rebuslah botol tersebut dalam air mendidih selama 60 detik.
- Angkatlah botol tersebut dari air panas, kemudian keringkan tanpa membuka tutup botol.
- Masukkan susu yang telah direbus, ke dalam botol. Biarkan hingga suhu botol dan susu tersebut kira-kira mencapai 45°C.
- Masukkan 200 ml yakult ke dalam 1000 ml susu.
- Tutup kembali botol tersebut, kemudian simpan dalam tempat tertutup dan hindari sinar matahari secara langsung.
- Setelah 24 jam, susu dalam botol telah berubah menjadi yakult.
- Tambahkan gula (kira-kira 1 sendok makan per 200 ml yakult). Yakult siap dikonsumsi.
- Yakult akan lebih nikmat jika dikonsumsi dalam keadaan dingin atau ditambah es batu.
C. PROSES FERMENTASI YAKULT
Ø Proses pembuatan yakult adalah
dengan cara memfermentasi campuran susu bubuk skim dan glukosa menggunakan
bakteri Lactobacillus casei Shirota strain. Yakult dibuat dari
bahan-bahan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup, susu bubuk
skim, sukrosa dan glukosa, perisa, air, serta yakult ini tidak menggunakan
bahan pengawet.
Ø Yakult dapat bertahan sejak
pembuatannya sampai dengan tanggal kadaluwarsa tanpa menggunakan pengawet
adalah dikarenakan asam laktat yang dihasilkan secara alami selama proses
fermentasi dapat memperpanjang umur simpannya, pembuatannya secara hygienis
penyimpanannya pada suhu dibawah 10°C.
Ø Yakult merupakan produk susu
fermentasi dengan menggunakan starter tunggal yaitu Dornic atau 0,5% asam
Lactobacillus casei. Kecepatan pertumbuhan bakteri ini berkisar 50 laktat
setelah 48 jam. Lactobacillus casei berbentuk batang tunggal dan termasuk
golongan bakteri heterofermentatif, fakultatif, mesofilik, dan berukuran lebih
kecil dari pada Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus, dan
Lactobacillus helveticus. Lactobacillus casei akan merubah ribosa menjadi asam
laktat dan asam asetat, perubahan ribosa diinduksi oleh faseketolase.
Ø Bakteri asam laktat akan
menghidrolisis laktosa yang ada di dalam susu menjadi berbagai macam senyawa
karbohidrat yang lebih sederhana misalnya glukosa dan galaktosa seperti yang
terdapat dalam produk yakult.
D.
Bakteri
Lactobacillus casei Shirota strain
Lactobacillus
casei Shirota strain adalah salah satu bakteri baik dalam
tubuh kita. Pada tahun 1930, almarhum Dr. Minoru Shirota, pendiri perusahaan
Yakult, telah berhasil mengkulturkan berbagai jenis bakteri asam laktat dan
memilih satu jenis bakteri yang bersifat paling tahan terhadap cairan
pencernaan.
Di samping itu,
Dr. Minoru Shirota juga memperkuatnya sehingga menjadi strain baru yang unggul.
Karena itu, berbeda dengan bakteri lain, bakteri ini dapat menaklukkan berbagai
hambatan fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu sehingga dapat
mencapai dan bertahan hidup dalam usus manusia.
Dari dalam usus
bakteri ini membantu meningkatkan kesehatan kita dengan cara mengaktifkan
sel-sel kekebalan, meningkatkan jumlah bakteri berguna, dan mengurangi jumlah
bakteri yang merugikan.
Yakult
merupakan produk susu fermentasi dengan menggunakan starter tunggal yaitu
Dornic atau 0,5% asam Lactobacillus casei. Kecepatan pertumbuhan bakteri ini
berkisar 50 laktat setelah 48 jam. Lactobacillus casei berbentuk batang tunggal
dan termasuk golongan bakteri heterofermentatif, fakultatif, mesofilik, dan
berukuran lebih kecil dari pada Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus
acidophillus, dan Lactobacillus helveticus. Lactobacillus casei akan merubah
ribosa menjadi asam laktat dan asam asetat, perubahan ribosa diinduksi oleh
faseketolase (Kurman, 1992).
Pembuatan
yakult menurut Kurman (1992) adalah dengan cara susu disterilisasi terlebih
selama 3 sampai 4 detik, kemudian ditanamkan Lactobacillus C selama empat hari.
Nilai gizi yakult yaitu°caseidahulu
pada suhu 140 C, 1,2%, lemak 0,1%,°protein (Strain shirota) diinkubasi pada suhu 37 mineral
0,3%, karbohidrat 16,5%, air 81,9%, dan nilai kalori tiap 100 g.
Menurut
Margawani (1995), Lactobacilllus casei adalah galur unggul yang mudah dan cocok
untuk dikembangbiakkan dalam minuman dasar susu. Selain bakteri ini mampu
bertahan dari pengaruh asam lambung, juga mampu bertahan dalam cairan empedu
sehingga mampu bertahan hidup hingga usus halus.
E.
MANFAAY YAKULT
Dengan
mengkonsumsi Yakult setiap hari berarti kita memasukkan sekurang-kurangnya 6,5
milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup
kedalam usus kita. Usus kita memainkan peran yang penting dalam kesehatan kita.
Bahkan proses penuaanpun dimulai dari usus. Karena itu yang terpenting dalam
menjaga kesehatan adalah menjaga kesehatan usus. Manfaat Yakult adalah terletak
pada bakterinya yang mampu hidup sampai usus kita karena itu bakteri ini dapat
memberikan manfaat seperti:
1. Mencegah gangguan pencernaan
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
3. Meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus
4. Mengurangi racun dalam usus
5. Membatasi jumlah bakteri yang merugikan dalam usus
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
3. Meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus
4. Mengurangi racun dalam usus
5. Membatasi jumlah bakteri yang merugikan dalam usus
F.
PERUBAHAN KANDUNGAN GIZI SELAMA PROSES FERMENTASI
Pembuatan yakult menurut
Kurman (1992) adalah dengan cara susu disterilisasi terlebih selama 3 sampai 4
detik, kemudian ditanamkan Lactobacillus caseidahulu pada suhu 140 °C selama
empat hari. Nilai gizi yakult yaitu protein (Strain shirota) diinkubasi pada
suhu 37° C, 1,2%, lemak 0,1%, mineral 0,3%, karbohidrat 16,5%, air 81,9%, dan
nilai kalori tiap 100 g.
Kesehatan dan kandungan gizi
yakult
Kalori 50 kcal, protein 0,8
g,lemak 0,0 g , karbohidrat 11,3 g kalsium 30 mg , natrium 14 mg , indeks
glycaemic 46( rendah)
Menurut Margawani (1995), Lactobacilllus casei adalah
galur unggul yang mudah dan cocok untuk dikembangbiakkan dalam minuman dasar
susu. Selain bakteri ini mampu bertahan dari pengaruh asam lambung, juga mampu
bertahan dalam cairan empedu sehingga mampu bertahan hidup hingga usus halus.
Perubahan komposisi kimia susu, terjadi akibat
fortifikasi oleh bakteri. Perubahan karbohidrat adalah salah satu perubahan
yang penting peranannya di dalam susu fermentasi. Perubahan karbohidrat
menimbulkan berbagai macam perubahan komposisi senyawa lain di dalam susu
fermentasi. Fortifikasi oleh bakteri asam laktat pada susu dapat menghasilkan
produk susu fermentasi seperti yakult, yogurt, dan kefir.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan: Yakult merupakan minuman
susu fermentasi yang baik untuk kesehatan. Satu botol Yakult berisi lebih dari
6,5 milyar bakteriLactobacillus casei Shirota strain hidup. Produk
minuman kesehatan Yakult sangat sensitif terhadap temperatur. Perubahan
temperatur sangat berpengaruh terhadap bakteri Lactobacillus casei Shirota
strain yang terdapat dalam minuman Yakult. Bakteri Yakult harus dipertahankan hidup,
karenanya harus diusahakan agar setelah dibotolkan, bakteri-bakteri tersebut
tidak lagi melakukan proses fermentasinya. Untuk itu Yakult harus selalu
disimpan didalam pendingin (dibawah 10°C) karena penyimpanan didalam pendingin
akan menjaga bakteri Yakult tetap non aktif
Saran: Jika
ingin mengkonsumsi yakult di anjurkan minum satu botol yakut satu kali sehari
tidak boleh lebih karena harus sesuai anjuran dan simpan lah yakult didalam
pendingin (dibawah 10°C)
untuk menjaga bakteri yakult tetap non aktif.
DAFTAR
PUSTAKA
http://dewirha93.blogspot.co.id/2015/03/mikrobiologi-pangan.html
http://liasariwhatwhat.blogspot.co.id/2012/06/makalah-pembuatan-tape-dan-yakult.html
http://baiqekajuniarti.blogspot.co.id/2009/12/blog-post_07.html?m=1
https://www.google.co.id/search?q=perubahan+zat+mikro+yakult+selama+proses+fermentasi&aqs=mobile-gws-lite..
